
Kontingen pemuda Bantul berjumlah 10 orang yang teridiri dari unsur unsur OKP yang berhimpun di DPD KNPI Kabupaten Bantul mengikuti pelatihan selama empat hari dimulai pada tanggal 14 – 17 maret 2017. Pada hari pertama, para peserta mendapatkan materi tentang komunikasi. disini peserta dilatih untuk bisa berbicara di depan umum. Masing masing peserta praktek satu per satu maju kedepan untuk mencoba menyampainkan materi yang sudah diputuskan dari setiap kontingen. Selain materi komunikasi, peserta juga mendapatkan materi dari Dinas Kesehatan DIY dan Polda DIY tentang bahaya narkoba.
Hari kedua, peserta mendapatkan materi dari Rumah Sakit Grhasia Sleman. Materi yang disampaikan berkaitan dengan bagaimana cara merehabilitasi mantan pecandu atau mantan pengguna. Para peserta juga mendapatkan materi lagi dari Dinas Kesehatan DIY. Materi yang disampaikan berkaitan dengan HIV dan AIDS. Materi yang disampaikan berupa apa itu HIV dan AIDS, bagaimana penularannya, apa yang harus dilakukan jika ada warga yang terkena penyakit tersebut. Dihari ketiga, peserta ditugaskan kelompok dengan membahas apa saja yang harus dilakukan untuk menjalankan P4GN ( Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba).

Pada hari terakhir, peserta berkesempatan untuk mengunjungi Rumah Sakit Grhasia. Dalam kunjungan ke Rumah Sakit Grhasia peserta berkesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan para pecandu yang masuk untuk direhabilitasi di rumah sakit tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan selama 4 hari, diharapkan setelah pulang kedaerah masing-masing para peserta bisa menularkan ilmu atau memberi informasi tentang P4GN. Para peserta juga diharapkan bisa membentuk satgas atau kader anti narkoba di daerahnya masing masing.
