
Museum merupakan tempat untuk menyimpan benda-benda sejarah dan atau tempat untuk menyimpan catatan-catatan peristiwa sejarah di masa lampau. Di Kabupaten Bantul sendiri terdapat 15 museum. Dengan adanya 15 museum yang ada di Kabupaten Bantul, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul memiliki program Wajib Kunjung Museum. Pada kesempatan ini, program wajib kunjung museum memilih Museum Suharto sebagai tujuan kunjungannya. Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bantul, DPD KNPI Kabupaten Bantul mengikuti kegiatan Wajib Kunjung Museum ke Museum Memorial Soeharto yang terletak di Dusun Kemusuk Lor, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at, 17 September 2021.
Museum ini dibangun oleh adik dari Presiden ke-2 Republik Indonesia yang bernama Probosutedjo. Menurut Probosutedjo, Pembangunan Museum Soeharto ini dengan tujuan untuk mengenang jasa dan pengabdian, serta penghargaan terhadap prestasi dan keberhasilan yang telah menghantarkan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat, maju, dan sejahtera, agar nilai-nilai yang perjuangan yang terkandung didalamnya menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus bangsa. Museum Soeharto sendiri diresmikan pada tanggal 8 Juni 2013.
Drs. Dahroni, MM Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul mengatakan, dalam kunjungan di Museum Soeharto ini diikuti oleh perwakilan dari DPD KNPI Kabupaten Bantul dan perwakilan dari Karang Taruna Kapanewon Sewon.
“Kegiatan Wajib Kunjung Museum memang menyasar kepada organisasi pemuda, dari Karang Taruna dan lain sebagainya. Kegiatan ini sudah kami rencanakan sedemikian rupa, namun pada awal Bulan Juli harus dipending dulu karena ditetapkannya PPKM darurat. Akhirnya Bulan September ini sudah diijinkan kembali melaksanakan kegiatan Wajib Kunjung Museum dengan tetap wajib menerapkan protokol kesehatan,” kata Dahroni.
“Jadi kegiatan ini diharapkan agar peserta bisa mengenal museum yang ada di Kabupaten Bantul. Karena museum itu sendiri bisa dipakai untuk sarana pendidikan, penelitian, dan yang terakhir untuk rekreasi,” imbuhnya.
Muhammad Farid Hadiyanto, S.E selaku Ketua DPD KNPI Kabupaten Bantul menyambut baik adanya kegiatan Wajib Kunjung Museum yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul yang bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Kabupaten Bantul.
“Semoga program Wajib Kunjung Museum akan terus dilaksanakan dan kuota untuk para pemuda diperbanyak, supaya mengingatkan lagi sejarah dan menambah ilmu pengetahuan bagi generasi muda,” kata Muhammad Farid Hadiyanto.
“Manfaat lain mengunjungi museum yang tidak kalah penting adalah meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan karena melihat secara nyata bukti perjuangan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Hal ini tentu sangat penting sehingga generasi muda akan selalu mengingat sejarah dan memiliki rasa cinta yang besar pada bangsanya,” imbuhnya
Sebelum berkeliling di Kompleks Museum Soeharto, peserta Wajib Kunjung Museum menonton video singkat tentang perjalanan hidup Presiden Soeharto di pendhapa museum. Selanjutnya pengelola museum menyerahkan buku dan kenang-kenangan untuk Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan), Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga, Dinas Sosial, Kapanewon Sewon, DPD KNPI Kabupaten Bantul, dan Karang Taruna Kapanewon Sewon. (bid.TIK)
